Jumat, 24 April 2015

Karbon Aktif Berbahan Tempurung Kelapa - Jual Karbon Aktif Tempurung Kelapa | jual karbon aktif | calgon

jual calgon | Karbon Aktif Berbahan Tempurung Kelapa - Jual Karbon Aktif Tempurung Kelapa


Krbon Aktif Berbahan Tempurung Kelapa - Jual Karbon Aktif Tempurung Kelapa

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149
Pin BB: 29d2de88
             32dbbfb0

e-Mail:
adywater@gmail.com

PENGARUH SUHU AKTIVASI TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF BERBAHAN DASAR  TEMPURUNG KELAPA (RESUME JURNAL)
    Karbon aktif merupakan padatan berpori yang mengandung 85% - 95% karbon. Bahanbahan  yang  mengandung  unsur  karbon  dapat menghasilkan  karbon  aktif  dengan  cara memanaskannya  pada  suhu  tinggi.  Pori-pori tersebut  dapat  dimanfaatkan  sebagai  agen penyerap (adsorben). Karbon aktif dengan luas permukaan yang besar dapat  digunakan untuk berbagai aplikasi yaitu sebagai penghilang warna, penghilang rasa, penghilang  bau  dan  agen  pemurni  dalam industri  makanan.  Selain  itu  juga  banyak digunakan  dalam proses pemurnian  air  baik dalam  proses  produksi  air  minum  maupun dalam penanganan limbah. Dalam  penelitian ini variasi suhu aktivasi yang digunakan  pada  rentang suhu 500  ‹Csampai dengan 1000 ‹C. 
    Hasil penelitian  ini diharapkan dapat  menjadi alternatif dalampemanfaatan limbah tempurung  kelapa sebagai  karbon aktif dan  sebagai sumber informasi mengenai pengaruh suhu terhadap kualitas karbon aktif  berbahan dasar tempurung kelapa.tara 300-3500 m3/g dan ini berhubungan dengan struktur pori internal yang menyebabkan karbon aktif mempunyai sifat sebagai adsorben. Pada  karbon  aktif  berupa bubuk, semakin besar luas area permukaan pori  adsorben  maka  daya  adsorpsinya  juga semakin besar (Abdi, 2008). Karbon aktif dibuat melalui dua tahapan yakni karbonisasi dan  aktivasi. Proses karbonisasi merupakan proses pembentukan karbon dari bahan baku dan proses inisempurna pada suhu  400-600 oC. Sedangkan aktivasi  adalah proses pengubahan karbon dari daya serap rendah menjadi karbon yang mempunyai daya serap tinggi. Untuk menaikkan luas permukaan dan memperoleh karbon yang berpori, karbon diaktivasi menggunakan uap panas, gas karbondioksida dengan suhu antara 700-1100 ‹C, atau penambahan bahan-bahan mineral sebagai activator. Massa karbon aktif dipengaruhi oleh suhu aktivasi. Semakin tinggi suhu aktivasi maka massa karbon aktif semakin berkurang.
    Selain itu, semakin  tinggi  suhu  aktivasi  karbon  aktif akan semakin banyak kadar air yang menguap sehingga mempengaruhi kualitas karbon aktif (Darmawan, 2009). Iodimetri  merupakan suatu metode titrasi iodometri secara langsung yang mengacu kepada titrasi dengan suatu larutan iod standar.  Salah  satu  sifat  dari  iodium  adalah harga  potensial standar (Eo) iodium berada pada daerah pertengahan yaitu iodiumdapat digunakan sebagai oksidator maupun redukor. Walaupun pada  dasarnya iodium akan  lebih gampang mengoksidasi dari pada  mereduksi (Khopkar, S.M., 2008).
    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI No.06-3730) kadar iod dalam karbon aktif mencapai nilai maksimum 750 mg/g (Hendra, 2006). Untuk pengujian kualitas karbon aktif pada  penjernihan  air,  perlu  diketahui  pH standar  air  bersih  menurut  Departemen Kesehatan yaitu 6,5-9,0.Pada  penelitian ini karbon aktif dibuat dengan 6 variasi suhu aktivasi  yakni  500 ‹C, 600 ‹C, 700 ‹C, 800 ‹C, 900 ‹C dan 1000 ‹C. Ini bertujuan  melihat  suhu optimum untuk menghasilkan karbon aktif yang cukup baik. Pada  tahap  aktivasi,  digunakan sampel karbon tempurung kelapa sebanyak 200 gram untuk setiap suhu  aktivasi dengan lama aktivasi selama 3 jam.
    Berikut hasil aktivasi karbon aktif tempurung kelapa. Massa karbon aktif setelah aktivasi terbesar diperoleh pada suhu 500 ‹C  yaitusebesar 103,63 gram dan massa terendah pada suhu 1000 ‹C sebesar 18,18 gram. Hal ini dapat disebabkan  pada suhu 500 ‹C  belum  banyak kandungan air dan zat organik yang teruapkan. Sebelum  diaktivasi air dan zat  organik masih terkandung di dalam karbon, akan tetapi setelah dipanaskan air dan zat organik tersebut ikut menguap. Semakin tinggi suhu semakin banyak pula air dan zat organik yang menguap sehingga mengakibatkan berkurangnya massa karbon aktif. semakin berkurang.
    Daya adsorpsi karbon aktif  terhadap  iod memiliki korelasi dengan luas  permukaan dari karbon aktif. Semakin besar angka iod maka semakin besar kemampuannya dalam mengadsorpsi adsorbat  atau  zat  terlarut. Salah satu metode yang digunakan dalam analisis daya adsorpsi karbon aktif terhadap larutan iod adalah  dengan  metode  titrasi  iodometri. Kereaktifan dari karbon aktif dapat dilihat dari kemampuannya mengadsorpsi substrat. Daya adsorpsi tersebut dapat  ditunjukkan  dengan besarnya  angka  iod  yaitu  angka  yang menunjukkan seberapa besar adsorben dapat mengadsorpsi iod. Semakin besar  nilai  angka iod maka semakin besar pula daya  adsorpsi dari adsorben. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon  aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 1000 oC dengan kadar air 7,7 %, kadar abu 0,84 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadapkadar iod sebesar 586,318 mg/g yang memenuhi  standar SNI 06-3730. Penjernihan air menggunakan karbon aktif  dari  suhu aktivasi 1000 oC  menghasilkan air yang paling jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5).

Kantor :

Surabaya :
Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya No 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Bekasi:
Jalan Bintara Jayaraya No.3 Bekasi Barat